Asal Mula Nyi Roro Kidul Ratu Laut Selatan

Asal Mula Nyi Roro Kidul Ratu Laut Selatan
09:57 January, 26, 2017 . by sandi suhendi

Cerita tentang Nyi roro Kidul ini sih sangat Terkenal. bukan hanya dikalangan penduduk tepatnya Yogyakarta dan Surakarta, melainkan juga di seluruh Pulau Jawa. Baik di Jawa Tengah, atau Jawa Barat dan Jawa Timur. Di daerah Yogyakarta kisah Nyi Roro Kidul ini selalu dihubungkan dengan kisah para Raja Mataram. Sedangkan di Jawa Timur itu khususnya di Malang Selatan tepatnya di Pantai Ngliyep, Nyi Roro Kidul ini dipanggil dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul. Di Pantai Ngliyep ini juga diadakan upacaranya di Labuhan yaitu persembahan para pemuja Nyi Roro Kidul yang menyakini bahwa kekayaan yang mereka dapatkan merupakan atas bantuan Nyi Roro Kidul dan anak buahnya.

Nyi Roro Kidul merupakan seorang ratu cantik bagai bidadari, kecantikannya itu gak pernah pudar di sepanjang zaman. Di dasar Laut Selatan, yakni lautan yang dulu disebut Samudra Hindia sebelah selatan pulau Jawa, ia juga bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang sangat besar dan indah di kala itu.

Siapakah Ratu Kidul itu? menurut yang punya cerita, pada mulanya sih ia seorang wanita, yang berparas elok, Kadita namanya. Karena kecantikannya itu, ia sering disebut Dewi Srengenge, yang artinya Matahari Jelita. Kadita merupakan putri Raja Munding Wangi. Walaupun Kadita sangat elok wajahnya, tapi raja tetap berduka karena tidak mempunyai putra mahkota yang dapat disiapkan. Baru setelah Raja memperistrikan Dewi Mutiara lahir seorang anak lelaki. Akan tetapi, begitu mendapatkan perhatian lebih, Dewi Mutiara itu mulai mengajukan tuntutan-tuntutan, antara lain, memastikan juga anaknya lelaki akan menggantikan tahta dan Dewi Kadita harus diusir dari istana. Permintaan pertama diluluskan, tetapi untuk mengusir Kadita, Tapi Raja Munding Wangi tidak bersedia.

“Ini keterlaluan,” sabdanya. “Aku tidak bersedia meluluskan permintaanmu yang keji itu,” langsung sambungnya. Mendengar jawaban demikian ini, Dewi Mutiara itu malah tersenyum sangat manis, sehingga kemarahan Raja, perlahan-lahan juga hilang. Tetapi, dalam hati istri kedua itu dendam langsung membara.

Hari esoknya itu, saat pagi-pagi sekali, Mutiara pengutus inang mengasuh memanggil seorang tukang sihir, si Jahil namanya. Kepadanya diperintahkan langsung, agar kepada Dewi Kadita dikirimkan guna-guna.

“Bikin tubuhnya berkudis dan berkurap,” tindasnya. “Kalau berhasil, besar hadiah untuk kamu!” sambungnya langsung. Si Jahil menyanggupinya. Malam harinya itu, tatkala Kadita sedang lelap, masuklah angin semilir ke dalam kamarnya. Angin itu langsung berbau busuk, mirip bau bangkai. Tatkala Kadita langsung terbangun, ia menjerit. Seluruh tubuhnya penuh dengan kudis, bernanah dan sangat berbau tidak enak.

Tatkala Raja Munding Wangi mendengar berita ini langsung pada pagi harinya, sangat sedih hatinya. Dalam hati itu tahu bahwa yang diderita Kadita bukan penyakit biasa saja, tetapi ia di guna-guna. Raja juga sudah menduga, sangat mungkin Mutiara yang merencanakannya itu. Hanya saja. Bagaimana membuktikan. Dalam keadaan pening, Raja harus segera memutuskan.

Hendak diapakan Kaditani. Atas desakan patih, putri yang emangnya semula sangat cantik itu mesti dibuang jauh agar tidak menjadikan aib.

Maka berangkatlah Kadita ini seorang diri, bagaikan pengemis yang diusir dari rumah orang kaya. Hatinya itu remuk redam, air matanya berlinangan. Namun tetap percaya, ia Sang Maha Pencipta tidak akan membiarkan mahluk ciptaanNya itu dianiaya sesamanya. Campur tanganNya pasti akan tiba. Untuk itu, seperti sudah diajarkan neneknya almarhumnya, bahwa ia tidak boleh mendendam dan membenci orang yang membencinya.

Siang dan malam itu ia berjalan, dan sudah tujuh hari tujuh malam waktu yang ia ditempuhnya, hingga akhirnya kini tiba di pantai Laut Selatan. Kemudian berdiri memandang luasnya lautan, ia bagaikan mendengar suara panggilan agar ia menceburkan diri ke dalam laut. Tatkala ia mengikuti panggilan itu, begitu tersentuh air, tubuhnya langsung pulih kembali. Jadilah ia wanita cantik seperti sediakala itu. Tak hanya itu, ia segera menguasai seluruh lautan dan isinya mendirikan kerajaan yang megah, kokoh, indah dan berwibawa. Dialah kini yang disebut Ratu Laut Selatan.

Cerita tentang Nyi Roro Kidul ini banyak versinya. Ada versi Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta.

Konon Nyi Roro Kidul itu tak lain merupakan seorang jin yang mempunyai kekuatan dahsyat. Hingga kini masih ada saja orang yang mencari kekayaan dengan melalui jalan pintas yaitu dengan menyembah Nyi Roro Kidul. Mereka itu konon dapat kekayaan berlimpah tetapi harus mengorbankan keluarga dan bahkan akan mati sebelum waktunya, jiwa raga mereka akan dijadikan budak bagi kejayaan Keraton Laut Selatan.

Cerita ini bisa di bilang sebagai mitos, sebab mengaruhnya sangat mendalam juga, mendasr dan jauh bagi alam pikiran tradisional di Yogyakarta.

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini