Belajarlah Cinta dari CUT PAT KAY Panglima Tian Feng

Belajarlah Cinta dari CUT PAT KAY Panglima Tian Feng
09:51 January, 12, 2017 . by sandi suhendi

“Sejak dulu beginilah cinta, penderitaannya tiada akhir…”

Begitulah kalimat yang diucapkan oleh Panglima Tian Feng ini, atau yang sering kita kenal itu sebagai Cu Pat Kay. Belakangan ini gue baru nyadar ternyata siluman babi dalam cerita Journey to the West si Kera Sakti yang selama ini kita jadikan bahan untuk olok-olokan itu sebenarnya seorang pria yang amat gentelman. Gak seperti Romeo yang memilih lari dari kenyataan dengan cara meminum racun ketika mendapati Juliet meninggal dunia, Tapi Tian Feng ini tetap berusaha memperjuangkan cintanya walau konsekuensinya itu hukuman teramat berat akan ditanggungnya.

Yuk kita simak dulu kisah cinta Panglima Tian Feng ini atau Cu Pat Kay berikut ini.

Tian Feng ini seorang panglima besar dari kayangan. Dia jatuh cinta pada seorang dewi berparas cantik yang tinggal di bulan yaitu Chang E. Pada suatu hari, Chang E terjatuh pun dari bulan. Panglima Tian Feng yang melihatnya bergegas langsung menyelamatkannya. Sayangnya, dia terlambat beberapa detik, seorang panglima kayangan yang lain pun, Wu Kang, kini telah berhasil menyelamatkan si dewi bulan terlebih dahulu. Ternyata cinta Chang E dan Wu Kang pun bersemi setelah kejadian tersebut.

Tidak ingin menyerah akan nasib cintanya ini, Tian Feng mencoba lagi untuk mengubah takdirnya. Dia menyelinap ke tempat roda waktu kayangan itu, dan diam-diam membalikkan waktu. Dia ingin perbaiki segera kesalahannya yang lalu dengan lebih bergegas menyelamatkan Chang E ketika terjatuh dari bulan. Sayang sekali, kini usahanya tersebut gagal. Lagi-lagi dia kalah cepatnya dari Wu Kang. Tian Feng terus coba dan mencoba lagi. Namun, bukan cinta Chang E yang didapatkannya, malah melainkan hukuman dari kaisar langit akibat perbuatannya mengacak-acak roda waktu.

 

Hukuman yang diterima Tian Feng kin sangat berat. Gaktanggung-tanggung, dia harus melalui 1.000 kali reinkarnasi, dan di setiap kehidupannya itu dia harus mengalami penderitaan cinta. yakni Bayangkan, 1.000 kali patah hati! 

Saat ngejalani serangkaian hukumannya, terjadi kecelakaan, Tian Feng terpeleset dan jatuh di jalur reinkarnasi hewan. Tian Feng kini akhirnya terlahir menjadi siluman babi yang kemudian dipanggil Pat Kay ini. Dia gak harus menjalani hukuman cobaan cinta lagi. Namun kini ia, sebagai gantinya, dia dapat tugas mulia menemani biksu Tong Sam Chong melakukan perjalanan ke barat mengambil kitab suci. Bersama kedua saudaranya seperguruan, Sun Go Kong dan Whu Cing.

Pada suatu hari, Go Kong pernah bertanya ke padanya,

Sung Go Kong: “ Hei Pat Kay, kenapa kamu nekat ngelanggar peraturan kayangan, padahal kamu tahu bahwa kamu tak akan bisa mengubah takdir?”

Pat Kay: “Cintaku pada Chang E yang mendorongku untuk berbuat demikian lah, Kakak. Sampai saat ini aku tidak menyesali mencintai Chang E, walaupun cintaku bertepuk sebelah tangan. Sebab dari dulu begitulah cinta, deritanya tiada akhir….”

Dari kejadian Pat Kay atau Tian Feng, kini dapat diambil yah pelajarannya. Pat Kay mencintai Chang E, maka ketika Chang E hampir celaka ini, dia bergegas langsung melindunginya. Ketika Wu Kang berhasil menyelamatkan Chang E lebih dulu darinya, Pat Kay kini merasa gagal, merasa gak berguna. Maka, diambillah risiko besar itu, dia melanggar peraturan kayangannya agar dapat melindungi Chang E dengan tangannya sendiri.

Pelajaran buat cowok-cowok yang hanya suka tebar pesona memberi harapan palsu. Hanya cuman berani mancing-mancing dan tebar jaring, nunggu cewek yang lebih mudah menyambut umpannya dan langsung menyatakan diri untuk membersamainya. Cowok dengan tipe seperti itu, seharusnya malu pada Pat Kay heii. Sebab Pat Kay lebih gentelman.

Laki-laki yang gentelman itu harus berani datangi wanitanya terlebih dahulu secara baik-baik. Bukan sebaliknya ya, meminta wanita untuk selalu menemuinya.

soo, belajarlah dari Pat Kay, ya semangat!

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini