Berteman dengan Mantan, Kenapa Tidak?

Berteman dengan Mantan, Kenapa Tidak?
10:49 February, 15, 2017 . by imroatus sholihah

Masa lalu bersama pacar memang sudah berakhir. Kalian hanya memiliki dua pilihan untuk mengakhiri masa pacaran, menjadi manten atau mantan? Saat si dia akhirnya jadi seorang mantan, tidak selamanya kamu harus sedih dan membencinya. Kenangan-kenangan indah tidak lagi berarti ketika kalian memilih untuk putus. Nggak usah ditangisi. Toh kenyataannya, kalian memang tidak hidup dalam kenangan.

Alasan putus biasanya disebabkan adanya konflik yang tak bisa kalian selesaikan dengan baik. Konflik tersebut sering menimbulkan luka dan kebencian di antara kamu dan mantan. Namun, bila diingat kembali, bukankah kalian pernah menikmati manisnya hari-hari ketika bersama? Tentu tidak mudah melupakan masa-masa bersama si dia. Akui saja! Kamu sering mengingat kebahagiaan bersamanya, tapi logikamu menolak. Jangan pernah berpikir bahwa mantan pacarmu hanya pantas kamu benci.

Tidak jarang si dia mengajakmu untuk menjalin pertemanan kembali dan menganggap tak pernah ada kejadian buruk di antara kalian. Tentu kamu berpikir ulang setelah terluka. Apa salahnya memaafkan? Yuk simak alasan berikut!

Dia Adalah Penyemangat                                

Dulu saat kalian bersama, tentu kamu selalu ingin meningkatkan kualitas. Mulai dari rajin masuk sekolah, meningkatkan nilai pelajaran sampai semangat memenangkan kompetisi luar sekolah. Dia berusaha memberimu semangat untuk bangun dari kegagalan. Kalau kamu berhasil, si dia bakal memuji atau kamu merayakan keberhasilanmu bersamanya. Diam-diam kamu merindukan momen itu ketika dia bukan lagi milikmu. Berterimakasihlah kepada mantanmu, tanpa dia mungkin kamu tidak pernah meraih prestasi yang maksimal.

Dia Membantu Menyelesaikan Studi

Adakalanya kamu kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugasmu. Jika kalian belajar di bidang yang sama, dia rela membantu mengerjakan tugasmu, meminjamkan buku-bukunya, atau menemanimu mencari referensi yang kamu butuhkan. Beda bidang yang kalian pelajari pun, ia akan mengenalkanmu pada teman-temannya yang ia pikir dapat membantumu. Tuh, lumayan kan ada koneksi yang dapat membantu meringankan belajarmu?

Dia Sumber Inspirasi

Kamu akui atau tidak, dia punya hobi dan bakat yang membuatmu kagum. Saat ia sedang mengembangkan bakatnya kamu pun terinspirasi untuk mengembangkan bakatmu. Meski minat kalian berbeda, saling bercerita tentang bakat yang kalian tekuni nggak akan membosankan. Meski pada akhirnya putus, kalian tetap dapat menikmati hasil dari dunia kalian masing-masing.

Dia Mendewasakanmu

Karakter yang berbeda mengajarkan kalian untuk belajar memahami orang lain. Ada yang harus belajar diam, mengalah, dan memaafkan. Kalau kamu biasa mencak-mencak, ngambek atau pun banting ini-itu, kamu akan belajar meredam emosimu. Malu dong... marah-marah heboh di depan pacar. Dari kebiasaanmu belajar meredam emosi itulah perlahan kamu menjadi pribadi yang dewasa.

Dia Peyumbang Doa

Saat dia tak dapat lagi membantu kesulitanmu, diam-diam dia mendoakan bagi kebaikanmu. Kamu percaya doa dapat menjadi kekuatan, menjadikan yang mustahil menjadi mungkin. Bersyukurlah, dengan adanya dia, orang yang membantumu berdoa bertambah satu.

Dia Mengisi Kekosongan

Saat teman atau keluargamu sibuk, ia dapat mengisi kekosonganmu sekadar menemanimu duduk. Meski tidak setiap detik menemani, bergembiralah dia sudi menemani.

Kamu sendiri bukan orang yang bersih dari kesalahan, begitu pula mantan pacarmu. Kalian memang gagal menyelesaikan konflik. Tapi dia juga berjasa menyumbang pengaruh positif, yang tidak pernah kamu dapatkan dari orang lain.

So, pikirkan lagi! Apa bisa kalian dapat berteman kembali?

 

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini