Menjomblolah Sebelum Halal

Menjomblolah Sebelum Halal
12:48 February, 15, 2017 . by siti salamah

Guys, menurutmu jomblo itu nasib atau pilihan? Sudah menjadi ketetapan kalau semua ciptaan Tuhan ditakdirkan berpasangan. Ada siang ada malam, ada pagi ada petang, ada surga ada neraka, ada laki-laki ada perempuan. So, menjomblo itu suatu pilihan terbaik sebelum memiliki kekasih halal, kekasih yang saling mengikatkan diri dalam pernikahan.

Menjomblo adalah pilihan terbaik daripada berpacaran. Bagi kamu yang beragama Islam tentu tahu dong bahwa berpacaran hukumnya haram. Tidak ada pacaran yang Islami ya, Guys! Pacaran merupakan pintu gerbang menuju zina. Jangankan zina, bahkan mendekati zina alias berpacaran pun dilarang dalam Islam. Bukan tanpa alasan jika Tuhan membuat aturan yang ekstra ketat untuk umat-Nya. Inilah cara Tuhan menyatakan cinta pada umat-Nya yang mau memikirkan hikmah dalam setiap aturan-Nya.

Sambil menunggu datangnya kekasih halal, ada baiknya kita menggali hikmah menjomblo daripada berpacaran.

Pertama, menjomblo memberimu banyak kesempatan untuk belajar banyak hal. Kamu punya banyak waktu untuk pergi ke toko buku, perpustaaan, museum, atau tempat-tempat bersejarah lain yang memberimu banyak wawasan. Semua ini tidak bisa kamu lakukan jika kamu berpacaran. Pacarmu tentu juga menuntut jatah waktu untuk hal-hal yang lebih banyak keburukannya, lebih banyak kesia-siaannya.

Kedua, dengan menjomblo kamu tidak perlu pusing memikirkan jerawat yang tiba-tiba nongol di wajah tanpa diundang. Bukan berarti seorang jomblo tak perlu memikirkan kebersihan dan keindahan wajah, ya Guys. Namun, menurut pengalaman banyak teman, mereka merasa sangat cemas saat akan nge-date bareng pacar sementara jerawat terkutuk itu datang menghampiri. Mereka akan berusaha mati-matian melenyapkan jerawat dengan berbagai cara. Menempelkan koyo atau Hansaplast untuk menutupi jerawat bukan cara yang tepat untuk melenyapkan jerawat, ya Guys. Pusing dan ribet, kan! Hal ini tak akan menyerang para jomblowan dan jomblowati. Jerawat, biarkan lewat. Toh, nanti juga akan hilang sendiri. Begitulah kata hati para jomblo.

Ketiga, menjomblo membuatmu lebih fokus beribadah. Kok bisa? Logikanya gini, Guys. Ketika jatuh cinta, wajah pujaan hati selalu membayangi setiap saat. Saat makan, tidur, belajar, tak terkecuali saat salat. Nah, seharusnya saat beribadah terutama salat, wajah si doi dihilangkan dulu sementara waktu. Idealnya ketika salat kita merasakan kehadiran Tuhan, merasakan pengawasan Tuhan. Ingat, jika cintamu kepada manusia melebihi cintamu kepada Tuhan, siap-siap saja dicemburui Tuhan. Mau tahu bagaimana ketika Tuhan cemburu? Jangan sampai deh!

Keempat, menjomblo membuatmu lebih leluasa bergaul dengan banyak orang. Bergaul, berinteraksi, udah menjadi kebutuhan mutlak kita sebagai makhluk sosial. Namun, adakalanya si doi yang posesif membatasi pergaulan kita. Nggak boleh berteman dengan lawan jenis selain dia seorang, nggak boleh berteman dengan mantan pacar, nggak boleh berteman dengan inilah, dengan itulah.

Pacar yang posesif juga mudah memicu konflik cuma gara-gara masalah sepele. SMS tak dibalas, telepon tak diangkat, WA tak dijawab, menyapa di Facebook nggak dikomen, bisa membuat si doi uring-uringan sama kamu. Besoknya saat kalian ketemuan, dia akan menginterogasi kamu habis-habisan kayak intel.

Menuduhmu yang bukan-bukan, “Pasti kamu punya gebetan baru ya, sampai-sampai nggak mempedulikan aku lagi! Mana yang lebih penting, aku atau dia?” Nah, lho! Padahal penyebab utamanya bukan karena kamu punya gebetan baru, tapi karena tak ada pulsa dan kuota yang mengisi HP kamu. Haha... .

Kelima, menjomblo membuatmu hemat dan lebih rajin menabung. Kok bisa? Bisa dong! Seorang jomblo tidak perlu menyediakan anggaran khusus untuk nge-date bareng si dia. Coba pikirkan seandainya saja untuk kencan malam Minggu kamu menghabiskan uang Rp 50.000,00 saja, maka dalam sebulan ada Rp 200.000,00 yang bisa ditabung oleh seorang jomblo. Jika sekali kencan menghabiskan lebih dari lima puluh ribu? Tentu uang yang bisa ditabung lebih banyak lagi. Ingatlah, kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok atau lusa. Persiapkan hari esokmu salah satunya dengan menabung, bukan pacaran.

Keenam, menjomblo membebaskanmu dari dilema. Ini menurut pengakuan seorang teman, Guys. Ilustrasinya begini: Suatu hari kamu berencana mengerjakan tugas kelompok. Tiba-tiba pacarmu menelepon pengin ketemuan, kangen. Kamu menolaknya secara halus karena ini udah jadi kesepakatan kamu dan teman sekelompok buat ngerjain tugas hari itu juga. Mumpung semuanya punya waktu luang. Yang tak ikut mengerjakan tugas kelompok tentu akan dikeluarkan dari keanggotaan dan kamu nggak dapat nilai padahal tugas kelompok itu merupakan salah satu syarat untuk mengikuti UAS (Ulangan Akhir Semester). Kamu dilema, kalau ikut mengerjakan tugas kelompok, pacarmu bakal ngambek berat. Kalau kamu tak ikut mengerjakan tugas kelompok, kamu nggak dapat nilai dan terancam tak bisa ikut UAS.

Ada lagi cerita lain yang bukan fiksi. Sebagai bukti cinta, seorang cowok meminta sebungkus rokok pada ceweknya. Karena sedang bokek, cewek ini mencuri sebungkus rokok milik ayahnya untuk diberikan kepada pacarnya. Dia tahu banget kalau mencuri itu dosa, tapi dia dilema. Antara menolak permintaan pacarnya dan dituduh tidak bisa membuktikan kedalaman cintanya, atau mencuri rokok ayahnya dengan resiko menanggung dosa. Hm... dua kejadian itu tentu tak akan dialami seorang jomblo.

Nah, sekarang sudah jelas dan terang benderang kan, kalau menjomblo untuk sementara waktu itu pilihan terbaik. Sambil menunggu datangnya jodoh, lebih baik tingkatkan kualitas dirimu! Jodoh adalah cermin dari diri kita. So, menjomblolah (sementara waktu) atau halalkanlah alias menikahlah!

 

*) Siti Salamah, seorang guru di SD Al Islam 3 Gebang yang punya hobi menulis. Tulisannya berupa cerpen, resensi, dan artikel telah tersebar di berbagai media seperti Solopos, Malang Pos, Koran Jakarta, Koran Pantura, Koran Muria, Koran Madura, Rakyat Sultra, majalah Hadila dan www.floressastra.com. Bisa lebih dikenal lewat FB Siti Salamah (Salma Madani).

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini