Tentang Mantan dari yang Gak Punya Mantan

Tentang Mantan dari yang Gak Punya Mantan
12:07 February, 15, 2017 . by yolanda putri

"Mantan? Buang ke tong sampah aja deh!"

"Gue gak bisa move on dari mantan gue!" *mewek*

"GILA! MANTAN GUE JADI MAKIN CAKEP!" *histeris*

Beberapa kalimat di atas pasti udah gak asing lagi di telinga anak muda zaman sekarang. Bahkan saking terkenalnya kata-kata itu suka dijadiin buat bahan meme, iya kan? Bahas mantan emang gak ada habisnya, selalu ada topik yang bikin sosok pahlawan masa lalu itu muncul kembali diingetan para mantannya. Gak jarang topik mantan ini bisa jadi bahan obrolan yang sensitif banget, hanya karena menyebutkan nama mantan bisa terjadi perang dunia antara sepasang kekasih. Percaya sama gue! Yaa ... meskipun gue sendiri gak punya mantan sih. Tapi pengalaman temen-temen gue bikin gue akrab banget sama kosa kata 'mantan' ini. 

Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan yang berbeda nasib, jujur aja gue penasaran apa yang dirasakan sama para mantan di luar sana. Mulai dari perasaan susah move on, sampai yang rasanya pengen bunuh mantannya pakai garpu biar tahu rasanya sakit hati. Emang belajar gak harus dari pengalaman sendiri, tapi ... jomblo kayak gue dan mungkin beberapa orang lainnya yang bernasib sama dengan gue boleh dong mengeluarkan sedikit tanda tanya soal sosok mantan yang keberadaannya hadir di tengah-tengah kami? 

Ada orang yang pernah berkata kayak gini: "Makhluk paling kepo itu yaa jomblo. Kepo gi mana rasanya disayang, dipeluk, dan diperhatiin." Nah! Gak salah sih, tapi gue akui sebagai salah satu spesies jomblo gue mengakui kok akan keingin tahuan yang besar mengenai dunia percintaan. Salah satunya yaa soal mantan.

 Mantan itu apa?

 Buat para mantan mungkin punya jawaban yang berbeda dengan pertanyaan di atas. Sementara orang yang bukan mantan ini bisa jawab apa?  Hanya bisa angkat bahu atau geleng-geleng kepala tanda gak tahu. Jawaban yang benernya tuh kayak apa sih? Sebenernya siapa sosok mantan  itu? Nah, kalau menurut KBBI online itu mantan/man·tan/ a bekas pemangku jabatan (kedudukan). Setelah mendapatkan sumber referensi yang  bisa dipercaya, mungkin mantan itu orang yang dulunya punya jabatan spesial di hati orang yang bersangkutan yang sekarang hanya  bisa dikenang lewat berkas-berkas yang terkandung dalam hati. Gi mana? Para non-mantan di luar sana? Setuju aja kali ya? Kita kan satu  famili.

 

 

Lanjut, kenapa mau jadi mantan padahal dulu saling sayang?

Nah ini dia pertanyaan yang sering ditanyain mayoritas para non-mantan. Sebenernya menurut pengalaman pribadi, pertanyaan ini bisa dijawab hanya dengan dua cara oleh para mantan. Cara pertama sambil flashback kenangan yang indah-indah dan dijawab dengan kata-kata bijaknya, atau dengan cara kedua yaitu para mantan jawab sambil inget masa-masa kelam bersama pasangannya dulu yang bikin tensi darah naik. Mungkin kalau dirangkum jawaban umumnya, kayak gini kali ya: "Mungkin perasaan sayang itu udah memudar, seandainya masih ada pasti gue sama dia gak akan jadi mantan atau "emang takdir gue gak sama dia kali, lagian siapa yang mau terus-terusan ngadepin tingkah egois dia kayak gitu? Gue sih ogah banget ya!" Beda lagi nih kalau yang kebagian jawab pertanyaan ini jomblo-jomblo bijak yang pandai teori tapi praktiknya masih sering gagal (khususnya para non-mantan yang gak tau rasanya jadi mantan dan punya mantan), "manusia mungkin emang bisa berencana, tapi Tuhan yang memutuskan. Dulu saling meyayangi, akan tetapi karena perbedaan prinsip akhirnya memang harus berpisah, kalau itu jalan keluar terbaik kenapa nggak? Mungkin dengan gak lagi pacaran bisa saling introspeksi diri masing-masing.Gak salah kan kalau banyak yang bilang jomblo emang lebih pandai berteori dan berkata-kata dibandingkan praktik di lapangannya?

Sesulit apa melupakan mantan?

Ada banyak orang yang bilang bahwa melupakan mantan itu gak semudah membalikkan telapak tangan. Semuanya perlu proses yang gak tahu jangka waktunya sampai kapan. Buat para mantan pasti pernah melewati masa-masa ini (atau malah sedang proses?). Hanya para mantan yang bisa menjawab apakah sulit atau mudah. "Melupakan itu gak gampang, apalagi melupakan kenangan-kenangan sama orang yang pernah jadi bagian dari separuh nafas ini. Lagi pula, dari SD sampai sekarang selalu diajarin mengingat, bukan melupakan," jawab non-mantan. Yaa ... lagi-lagi para non-mantan yang jomblo ini hanya bisa berkata-kata bijak tanpa benar-benar terjun langsung mengenai pertanyaan yang satu-satu ini. 

Rasanya punya mantan?

Khusus pertanyaan ini emang hanya bisa dijawab sama para mantan, bukan untuk orang-orang yang gak punya mantan. Tapi, sebagai salah satu makhluk yang tidak punya batas untuk berimajinasi, boleh dong yaa berandai-andai rasanya punya mantan. Untuk gue pribadi, mungkin rasanya punya mantan itu kayak ada yang ngikutin terus menerus tanpa bisa lepas, karena semua kenangan indah ataupun buruk dibawa sama si mantan. Ini bisa bikin hidup gak tenang juga, karena selalu ada standar atau titik acuan juga untuk nyari yang lebih dari mantan. Setidaknya itu yang bisa gue bayangkan kalau seandainya gue punya mantan. Gak enak gitu ya? Berasa diikutin makhluk apa gitu hiieee.

Keuntungan punya mantan?

Sekali lagi, sebagai non-mantan yang hanya bisa berimajinasi, gue punya jawaban tersendiri soal ini. Apalagi gue kadang emang suka banding-bandingin gue yang gak punya mantan ini sama temen-temen gue yang punya mantan satu atau bahkan lebih. Bisa punya banyak pengalaman soal percintaan. Ini yang membedakan antara para mantan dan non-mantan. Para mantan itu udah tahu gi mana rasanya berjuang di dunia penuh cinta dan udah merasakan fakta-fakta di lapangan. Beda sama non-mantan yang ngenes, cuma bisa berteori dan mempelajari kisah cinta dari kisah fiksi atau pengalaman orang lain. Rasanya kayak ada yang kurang gitu sih yaa. Kalau di sekolah sih udah dapet nilai kognitifnya bagus, giliran praktik langsung jeblok

Terakhir, enak gak sih punya mantan?

Jujur, ini pasti pertanyaan yang suka ditanyakan dalam hati atau secara langsung oleh para non-mantan. Ngaku deh, ngeliat temen-temen lo pada ngomongin mantan dan lo satu-satunya yang gak punya mantan pasti ada keirian sedikit. Sedikit kok, yang lama kelamaan bisa jadi gunung! Hehehe. Tapi, kayaknya punya mantan itu enak. Yang bikin enak yaa satu, lo jadi terkenal! Aneh ya? Tapi sadar atau gak sadar, kalau lo adalah seoarang mantan suka gak suka nama lo akan terpatri di memori mantan lo yang nantinya akan diceritakan ke orang-orang terdekatnya, bahkan ke gebetannya juga bisa. Lumayan, gak perlu tebar pesona udah pada kenal. Apalagi kalau mantannya artis, diincer reporter kan lumayan bisa jadi famous mendadak gitu.

Ada banyak argumen tentunya kalau bahas mantan. Yang sama-sama punya mantan aja pendapatnya bisa beda kok kalau ditanya soal mantan, begitu pula yang gak punya mantan. Intinya jawaban-jawaban ini gak mewakili seluruh orang yang gak punya mantan, mungkin hanya mewakili segelintir orang atau bahkan hanya mewakili diri gue sendiri aja. It's okay, semua orang bebas berpendapat dan inilah yang gue tahu tentang mantan. Ilmu tentang per-mantan-an gue emang sedikit, jadi mohon maaf aja kalau ada yang kurang berkenan. 

Tapi, gue hanya mau kasih kesimpulan dari apa yang gue tulis di sini. Semua orang diciptakan dengan jalan takdirnya masing-masing, buat yang punya mantan gak usah merutuki mantannya terus menerus, anggep aja kisah masa lalu itu sebagian dari pembentukkan karakter lo untuk jadi yang lebih baik lagi. Suka atau gak suka, gi mana pun juga mantan itu kan pernah jadi bagian dalam diri lo dan pernah jadi sumber kebahagiaan lo. Gak perlu pakai sebutan kasar untuk mantan deh, toh sama-sama mantan ini, kan? Buat yang gak punya mantan yang saat ini lagi jadian, jangan sampe nambah populasi mantan deh ya. Semoga bisa langgeng terus. Terakhir dan terspesial, untuk teman-teman satu famili gue yang gak punya mantan dan masih jomblo. Sabar mba/mas! Ini ujian. Ujian ke-ngenesan! Ayo kita jadi jomblo yang berkualitas hingga jodoh datang menghampiri /eaa. 

 

 

Anda harus daftar/login Terlebih dahulu untuk memberikan komentar disini